Thursday, May 12, 2005

Maya IDOL

Image hosted by Photobucket.com
Bukannya aku berganti occupation jadi nyonyah Billy Idol lho? Ogah lah ya hehehe, tapi krn aku punya cerita menarik sebagai berikut:

Ngomong2 masalah komentar, ada temen kantor gw ikutan funky mom, dia itu selalu mengidolakan "Mamah Igenk" karena menurut dia, mamah igenk itu seorang ibu yg hampir sempurna, ibu rumah tangga yang ngurus rumah, suami, dan anak sendirian, tanpa pembantu. Udah gitu katanya, wajahnya mamah igenk ini kemayu banget. Trus tadi pagi dia ngeliat blog elo yang chavelli itu, dia langsung ke tempat gw, dengan mukanya yang lugu,bengong melongo gitu, dia ngomong,
"Ca, kok mamah igenk jadi begitu sich tampangnya?
Kenapa ama rambutnya? Kok cepak gitu?,
badannya gendut karena abis ngelahirin kali yaa?
Dia frustasi yaa ca karena kelamaan tinggal disana?
Waduhh kok maya jadi gitu sich???
gw ga jadi dech ach ngidolain dia, kenapa sich dia jadi gitu?
Gw ngikik aja denger komentarnya dia, sampe ga bisa jelasin kenapa loe berubahkatanya sekarang.
Ayooo Bunda maya, jawab pertanyaannya.... hehehhehehehe

***

Kalau kamu bertanya2, siapa sih Mamah Igenk itu? Jawabnya: Aku, dulu. Memang aku pernah iseng2 membantu memoderatori salah satu milis ibu2 muda di Jakarta, yg waktu itu cukup mendapat respons positive dari para milisters dan dari situ pula aku mendapat banyak teman virtual yg bahkan masih berhubungan baik denganku hingga kini. Banyak sekali jasa milis itu terhadap kehidupanku, dulu dan kini. Sayang, karena ada pertimbangan dan kekecewaan dalam diriku yg membuatku mundur dari sana. Selain aku merasa sudah tidak mampu lagi berusaha seorang diri, juga aku merasa aku sudah menciptakan suatu image yg "salah" mengenai diriku sendiri di mata orang lain, terutama orang lain yg tidak aku kenal baik dan hanya tahu aku sebagai seorang "Mamah Igenk" dan bukannya mengenal aku sebagai seorang "Maya".

Sebagai seorang moderator, aku berusaha menjalankan tugasku sebaik2nya, dan karena saat itu aku sedang senang2nya dengan masalah parenting, ngga heran kalau aku berusaha ikut aktif mendiskusikan setiap masalah2 yg dihadapi para member, sehingga terkesan aku itu selalu tahu semua jawaban akan permasalahan mereka dan saran2ku dapat diandalkan mereka dalam menyelesaikan problem2nya. Padahal sungguh bukan itu maksudku.

Aku takut bila terlanjur tercipta image yg demikian tentang diriku, maka aku tak lebih dari seorang CELEBRITIS, yg dijadikan idola oleh masyarakat tanpa mereka mau mengenalku lebih dekat sebagai seorang teman. Aku tidak mau mendiktekan kepada mereka, apa yg harus mereka lakukan. Sungguh bukan itu maksudku. Aku hanya ingin memancing minat milister yg lain untuk ikut urun rembug dan sharing bersama kami, tapi sayang justru yg terjadi adalah sebaliknya, di luar kuasaku sebagai moderator dan manusia biasa.

***

Ketika aku mendapat input tentang cerita di atas dari seorang temanku, aku tersenyum getir. Ternyata yg aku takutkan terjadi juga dan aku sudah bisa menduganya. Tapi aku merasa, tak sia2 aku keluar dari milis yg aku cintai itu, krn semakin cepat aku keluar, semakin cepat hal2 yg aku takutkan bisa diatasi dan mudah2an tidak terjadi. Aku ingin aku dianggap sebagai moderator dan teman mereka, bukan moderator yg ditakuti dan diidolakan luarnya saja. Sehingga biarpun aku berbuat hal2 yg aneh sesuai dng keinginan bebasku, mereka tidak akan kaget atau mencaci maki aku hanya krn mereka tidak tahu aku yg sesungguhnya atau dengan kata lain mereka TAHU aku tapi tidak MENGENALKU.

Itulah bedanya antara teman dan fans. Teman tahu apa yg terjadi pada diriku, pahit manisnya dan perjalanan hidupku, krn kami saling bertukar kabar dan cerita. Biarpun terputus hubungan, bila suatu saat tersambung lagi, kami tidak akan segan saling curhat dan bercerita, menceritakan kisah hidup kita yg sempat terpotong. Beda dengan fans, yg hanya tahu bahwa aku adalah seorang sosok idola yg selalu baik, selalu benar, selalu dikagumi dan selalu cantik. Bila tiba saatnya aku terlihat buruk, aneh dan sudah tidak populer lagi, maka aku akan dicampakkan; dicopot gelar "IDOL"-nya.
***
Jujur saja, aku tidak menyalahkan fansku untuk bersikap spt itu terhadap perubahan2 yg terjadi pada diriku saat ini. Karena buatku saat ini, aku bukan lagi "Mamah Igenk"; aku bahkan sudah lama tidak memakai nick itu setelah keluar dari milis tersebut. Aku ya aku, namaku Maya, seorang perempuan berumur 28 th, ibu dari dua anak dan istri dari seorang pria yg beruntung mendapatkan aku ... yg punya kehendak bebas untuk berbuat apa yg diinginkannya selama tidak merugikan dirinya sendiri dan keluarganya. Sekarang aku sudah menjadi "Mamah Igenk and Yoyo" ... sekarang aku lebih gemuk dibanding aku yg dulu, sekarang rambutku antik bin nyentrik ala rambut penabuh drum di band Blink 182, yg tentu saja tak ku sengaja melainkan memang setelah aku babat habis, rambutku tumbuh tegak ke atas dan tidak bisa ditidurkan biarpun sudah memakai jelly dan sejenisnya.
So what do you expect from me after the changes that I've done?
Masihkah kamu mengidolakan aku? atau masihkah kamu mau berteman denganku? Hanya karena aku berganti penampilan luarnya saja? Bila kamu adalah fansku, sungguh aku tidak menyalahkan pemikiran kamu kalau kamu sekarang membenci aku dan penampilan baruku. Bila kamu temanku, sungguh picik bila kamu memusuhi aku HANYA gara2 perubahan yg aku alami ini ... Mengapa? Karena seharusnya kamu tahu apa yg telah terjadi padaku selama ini, suka duka dan perubahan yg aku alami. Seharusnya kamu bisa memahami kehendak bebasku .. tapi aku sadar bahwa aku tidak bisa memaksamu untuk selalu setuju kepadaku dan selalu memaklumi keadaanku, wahai temanku. Maafkan aku sudah berkata bahwa sikap memusuhi aku adalah picik ... Sungguh aku berharap bila kau tak suka pada apa yg aku lakukan, katakanlah sejujurnya, wahai temanku ... supaya tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita.
You know, inside myself I've never changed. I am still the same person like the one whom you first met in the past ...
Will you accept me as I am like I do accept you
for who you are, my friend?
Image hosted by Photobucket.com
Aku bukanlah seorang sosok yg pantas dianggap sebagai seorang Kelly Clarkson dan kamu sebagai Simon Powell, Paula Abdul atau Randy Jackson-nya .. biarpun kamu bebas menilai aku semau kamu, tapi ingatlah bahwa aku tidak sedang berlaga untuk sebuah gelar pun di hadapanmu ...

0 Comments:

Post a Comment

<< Home