Maya IDOL

Ngomong2 masalah komentar, ada temen kantor gw ikutan funky mom, dia itu selalu mengidolakan "Mamah Igenk" karena menurut dia, mamah igenk itu seorang ibu yg hampir sempurna, ibu rumah tangga yang ngurus rumah, suami, dan anak sendirian, tanpa pembantu. Udah gitu katanya, wajahnya mamah igenk ini kemayu banget. Trus tadi pagi dia ngeliat blog elo yang chavelli itu, dia langsung ke tempat gw, dengan mukanya yang lugu,bengong melongo gitu, dia ngomong,
***
Kalau kamu bertanya2, siapa sih Mamah Igenk itu? Jawabnya: Aku, dulu. Memang aku pernah iseng2 membantu memoderatori salah satu milis ibu2 muda di Jakarta, yg waktu itu cukup mendapat respons positive dari para milisters dan dari situ pula aku mendapat banyak teman virtual yg bahkan masih berhubungan baik denganku hingga kini. Banyak sekali jasa milis itu terhadap kehidupanku, dulu dan kini. Sayang, karena ada pertimbangan dan kekecewaan dalam diriku yg membuatku mundur dari sana. Selain aku merasa sudah tidak mampu lagi berusaha seorang diri, juga aku merasa aku sudah menciptakan suatu image yg "salah" mengenai diriku sendiri di mata orang lain, terutama orang lain yg tidak aku kenal baik dan hanya tahu aku sebagai seorang "Mamah Igenk" dan bukannya mengenal aku sebagai seorang "Maya".
Sebagai seorang moderator, aku berusaha menjalankan tugasku sebaik2nya, dan karena saat itu aku sedang senang2nya dengan masalah parenting, ngga heran kalau aku berusaha ikut aktif mendiskusikan setiap masalah2 yg dihadapi para member, sehingga terkesan aku itu selalu tahu semua jawaban akan permasalahan mereka dan saran2ku dapat diandalkan mereka dalam menyelesaikan problem2nya. Padahal sungguh bukan itu maksudku.
Aku takut bila terlanjur tercipta image yg demikian tentang diriku, maka aku tak lebih dari seorang CELEBRITIS, yg dijadikan idola oleh masyarakat tanpa mereka mau mengenalku lebih dekat sebagai seorang teman. Aku tidak mau mendiktekan kepada mereka, apa yg harus mereka lakukan. Sungguh bukan itu maksudku. Aku hanya ingin memancing minat milister yg lain untuk ikut urun rembug dan sharing bersama kami, tapi sayang justru yg terjadi adalah sebaliknya, di luar kuasaku sebagai moderator dan manusia biasa.
***
Ketika aku mendapat input tentang cerita di atas dari seorang temanku, aku tersenyum getir. Ternyata yg aku takutkan terjadi juga dan aku sudah bisa menduganya. Tapi aku merasa, tak sia2 aku keluar dari milis yg aku cintai itu, krn semakin cepat aku keluar, semakin cepat hal2 yg aku takutkan bisa diatasi dan mudah2an tidak terjadi. Aku ingin aku dianggap sebagai moderator dan teman mereka, bukan moderator yg ditakuti dan diidolakan luarnya saja. Sehingga biarpun aku berbuat hal2 yg aneh sesuai dng keinginan bebasku, mereka tidak akan kaget atau mencaci maki aku hanya krn mereka tidak tahu aku yg sesungguhnya atau dengan kata lain mereka TAHU aku tapi tidak MENGENALKU.
Itulah bedanya antara teman dan fans. Teman tahu apa yg terjadi pada diriku, pahit manisnya dan perjalanan hidupku, krn kami saling bertukar kabar dan cerita. Biarpun terputus hubungan, bila suatu saat tersambung lagi, kami tidak akan segan saling curhat dan bercerita, menceritakan kisah hidup kita yg sempat terpotong. Beda dengan fans, yg hanya tahu bahwa aku adalah seorang sosok idola yg selalu baik, selalu benar, selalu dikagumi dan selalu cantik. Bila tiba saatnya aku terlihat buruk, aneh dan sudah tidak populer lagi, maka aku akan dicampakkan; dicopot gelar "IDOL"-nya.














