Saturday, November 05, 2005

A song for mama

You taught me everything
And everything you’ve given me
I always keep it inside
You’re the driving force in my life, yeah
There isn’t anything
Or anyone I can be
And it just wouldn’t feel right
If I didn’t have you by my side
You were there for me to love and care for me
When skies were grey
Whenever I was down
You were always there to comfort me
And no one else can be what you have been to me
You’ll always be you always will be the girl
In my life for all times

Chorus:
Mama, mama you know I love you
Oh you know I love you
Mama, mama you’re the queen of my heart
Your love is like
Tears from the stars
Mama, I just want you to know
Lovin’ you is like food to my soul

You’re always down for me
Have always been around for me even when I was bad
You showed me right from my wrong
Yes you didAnd you took up for me
When everyone was downin’ me
You always did understand
You gave me strength to go on
There was so many times
Looking back when I was so afraid
And then you come to me
And say to me I can face anything
And no one else can do
What you have done for me
You’ll always be
You will always be the girl in my life

Tak terasa air mataku mengalir deras saat aku dengarkan alunan lagu lama yg dinyanyikan quartet Boyz II Men yg dulu merupakan salah satu lagu favoritku semasa SMA. Bedanya, dulu aku menangis krn aku teringat akan mamaku, betapa berartinya ia bagiku, dan aku menangis krn ia sudah lama tiada lagi ada disisiku, menghadap Tuhan yg maha pengasih yg tak rela melihatnya menderita di dunia ini.
Sementara malam ini aku menangis, karena aku lah MAMA itu ... seorang mama bagi tiga anak2ku ...

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, rasanya baru kemarin aku lulus SMA, kuliah, pacaran ... lalu kemudian aku hamil dan melahirkan putra pertamaku tanpa sempat merasakan keindahan alunan lagu ini ... baru malam ini aku merasakan kekuatan cinta yg dikumandangkan dng merdu; malam ini, ketika aku akan menjadi ibu untuk yg ketiga kalinya ....

Rasanya aku membayangkan ketiga putraku yg akan menyanyikan lagu itu kelak, di saat mereka sudah seusia para penyanyi grup tersebut, dan perasaanku bagaikan terkoyak2 oleh haru dan bahagia ... Tugasku hanyalah, bisakah aku membuat para putraku menyanyikan lagu tersebut untukku kelak?
Bagaimana bila aku gagal membuat anak2ku tetap mencintai aku dan mengingatku di usianya yg dewasa kelak?
Semuanya sudah aku lakukan demi mereka seawal mungkin ... mengalahkan semua egoisme diri dan cita2 pribadi, hanya demi mereka. Hanya agar mereka terurus dan bahagia. Hanya agar mereka bisa merasakan bimbingan tangan seorang ibu sejak mereka masih berupa bayi merah hingga saatnya Tuhan menentukan mereka harus mandiri ... Hanya doa yg bisa selalu aku panjatkan ke hadiratnya, agar aku diberi waktu untuk melihat anak2ku menjadi besar dan dewasa ... agar aku diberi kekuatan tuk menjaga dan membesarkan mereka sekuat tenaga yg aku punya, sedalam cinta yg aku punya, tanpa mengharapkan pamrih dari mereka ...
Aku ingin mereka mendapatkan apa yg tidak pernah aku dapatkan di masa kanak2ku ... aku ingin yg terbaik bagi mereka: keluarga yg hangat dan penuh cinta yg akan selalu menyambut mereka dng pelukan hangat dan rasa cinta. Aku ingin mereka belajar mencintai dan menghargai milik mereka yg paling berharga, yaitu keluarga kecil ini, dan dengan demikian aku berharap mereka bisa belajar tuk mencintai sesama dan memuliakan Tuhan Sang Penciptanya.
Tapi ketakutan itu tetap menghantuiku .. apakah mereka akan mengingatku kelak? Di saat mereka sudah mandiri dan pergi dari rengkuhan sayapku? Apakah mereka tetap mencintai aku seperti aku mencintai mereka tanpa batas dan tak putus2nya?
Namun aku sadar, aku tidak bisa memaksakan kehendakku. Tapi apakah aku salah bila aku selalu ingin ada di hati mereka? Aku ingin mereka mencariku di saat mereka merasakan cinta dan kerinduan.
Bisakah aku membiarkan burung2 kecil itu pergi mengepakkan sayapnya keluar dari kehangatan sarangnya?
Anandaku, I just want you to know, that everytime I listen to this song, I always pretend as if you guys were singing it for me ... someday.

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

This comment has been removed by a blog administrator.

9:54 AM  

Post a Comment

<< Home